
INTI KITAB KE 18 AL KAHF
Pada masa nabi dimana agama nabi Isa dianut orang, ada beberapa pemuda beriman yang tinggal di suatu negara yang Kaisarnya masih kafir, karena khawat\ir para pemuda ini yang jumlahnya lebih kurang tidak lebih dari 7 orang bersama seekor anjing milik salah satu dari para pemuda ini pergi mengungsi dari kejaran tentara raja pada waktu itu. Mereka tidak mau dipaksa menjadi kafir lagi dan memilih pergi. Ketika sampai di sebuah gua para pemuda ini berdoa kepada Tuhan memohon agar di Beri Rahmat, Yang Sempurna dan Petunjuk yang sempurna, dan mereka manyatakan bahwa Tuhan mereka adalah Tuhan langit dan bumi dan mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Dia, dan mereka juga menyatakan kalau tidak berpendapat seperti itu maka itu berarti jauh dari kebenaran.
Tuhan Menjawab doa para pemuda ini dan menyelamatkan mereka dari dipaksa kembali menjadi kafir dengan jalan menidurkan mereka selama 309 tahun di dalam gua itu. Tetapi ketika mereka terbangun mereka mengira hanya tertidur sekitar setengah hari saja.
Salah satu dari mereka diminta untuk pergi membeli makanan dengan membawa uang perak pada masanya. Ketika pemuda ini berada di pasar dan akan membayar makanan mereka tak mengenal mata uang pemuda itu, karena penuda itu saat itu hidup di masa lain. Semua orang dimasa pemuda itu belum tidur di gua sudah meninggal dunia semua saat itu, dan rajanya juga sudah diganti dengan seorang raja yang beriman, sehingga para pemuda itu tidak perlu takut lagi. Setelah pemuda tadi kembali kepada teman-temannya mereka tertidur lagi dan akhirnya meninggal dunia dan dimakamkan di dalam gua itu oleh penduduk, dan diatas gua di dirikan bangunan untuk mengenang mereka, dan juga di dirikan tempat untuk beribadah.
Peristiwa itu terjadi Diatur oleh Tuhan untuk Mengingatkan manusia bahwa Janji Tuhan itu benar. Bahwa kelak Tuhan akan Membangkitkan manusia untuk Dimintai Pertanggung jawabannya, bahwa Menghidupkan kembali manusia yang sudah mati itu mudah saja bagi Tuhan.
Tuhan juga Mengingatkan manusia agar tidak berkata: "Besok akan saya kerjakan" tanpa mengatakan "Insya Allah".
Di dalam surat Al-Kahfi ini TUhan juga Meminta agar kita selalu membaca Kitab Suci yang Merupakan Wahyu Tuhan, karena itu memang untuk keperluan kita sendiri.
Tuhan juga Mewahyukan kepada Nabi Muhammad SAW dalam surat ini yang intinya menceritakan peristiwa ketika Nabi Musa mencari ilmu. Bersama dengan seorang pemuda pembawa bekal ia mencari nabi Khaidir yang Diberitahukan oleh Tuhan kepada Musa bahwa Khaidir itu lebih berilmu dari Musa. Di Pertemuan 2 buah laut, dpantai ikan bekal yang di bawa pemuda tadi meloncat mencari jalan di dalam laut, dan itu aneh sekali menurut pemuda itu, dan Musa berbalik ke pantai itu untuk menemui Khaidir.
Tapi Khaidir yang lebih pintar dari Musa berpendapat bahwa Musa tak kan sanggup berjalan bersamanya, karena bagaimana seseorang akan sabar akan sesuatu yang ia tidak mengetahui masalahnya?
Dan Khaidir memberi syarat kalau 3 kali Musa memprotes apa-apa yang dilakukan Khaidir maka Musa harus pergi sendiri lagi.
Musa memang memprotes 3 kali tindakan Khaidir:
1. Ketika Khaidir Melubangi geladak sebuah kapal nelayan yang masih baru
2. Ketika Khaidir Membunuh seorang anak kecil yang tak dilihatnya berbuat kesalahan
3. Ketika Musa dan Khaidir membetulkan bangunan rubuh tanpa meminta imbalan pada penduduk yang sudah menolak mereka sebagai tamu.
Bahkan Musa mengatai bahwa Khaidir telah membunuh seorang anak yang tak berdosa dengan istilah telah melakukan sebuah tindakan yang munkar.
Sebelum berpisah Khaidir mengatakan bahwa kapal nelayan itu akan di rampas oleh seorarang penguasa yang suka merompak, kecuali kalau kapal itu bocor, dan anak yang di bunuh itu kalau dibiarkan dewasa akan menjadi anak durhaka dan tak beriman serta akan merusak iman ibu bapaknya, maka Khaidir memohon Tuhan mengganti dengan anak yang shaleh. Dan rumah miring itu dibetulkannya agar tidak roboh 100% karena dibawahnya ada harta warisan milik anak yatim yang akan diambilnya suatu waktu.